Jakarta – Ketika gerakan sipil dan pemuda merefleksikan catatan sejarah Hak Asasi Manusia (HAM) sepanjang bulan September, pilar “Jaga Jakarta” berfungsi sebagai bingkai pengaman agar ruang penyampaian aspirasi tersebut tetap berjalan di koridor yang damai dan konstruktif. Mengedukasi warga agar tidak mudah terprovokasi oleh potongan video atau narasi yang memecah belah di media sosial.
Berbagai elemen masyarakat dan ormas di Jakarta untuk merawat ketertiban, menghindari provokasi, serta memperkuat solidaritas sosial. Maka kami Ketua umum Peci Merah / Ahmad Basuni mengajak segenap elemen masyarakat untuk berhati-hati serta bijak dalam setiap adanya berita maupun narasi sesat pasti dimanfaatkan oleh sekelompok atau kelompok tertentu untuk kepentingan negatif.
Sebagai bentuk tanggung jawab bersama kita mengedepankan dialog,, ikut dalam sistem peringatan dini, dan rembuk warga bersama tokoh masyarakat/agama untuk meredam gesekan sejak dini
Maka dari itu pentingnya kolaborasi warga dan kewaspadaan terhadap informasi provokatif demi stabilitas keamanan Jakarta agar tercipta suasana yang aman, damai dan sejahtera untuk kemajuan masyarakat Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya.



